Selasa, 25 Mei 2010

Tali Gitar


Dalam batas-batas tertentu, ‘tali gitar’ dapat menggambarkan irama kehidupan yang terlalu sibuk dan terlalu santai.Jika stelan gitar terlalu kendor maka sulit untuk di mainkan, dan jika stelan gitar terlalu kencang, ia terancam putus .Orang yang bernyanyi pun dengan iringan gitar dengan tali kencang akan kewalahan karena tingginya suara.Demikian juga orang yang ‘terlalu sibuk’ yang tidak menjaga keseimbangan dalam hidup.Mereka terancam ‘Istirahat’ sebelum waktunya.Kehilangan keceriaan, kehilangan kesehatan bahkan kehilangan kehidupan itu sendiri.

Dulu, orang sibuk demi sesuap nasi.Kelihatanya saat ini banyak orang yang sibuk demi sesuap nasi plus secangkir emas dan sepiring berlian.Keglamoran menjadi tujuan utama kehidupan. Padahal, keglamoran mungkin sejenak saja enak di pandang mata (ada juga memang menyilaukan), tetapi kesederhanaan jauh lebih indah, tidak layu oleh terpaan sinar matahari, dan tidak lapuk oleh guyuran hujan.Dan, kesederhanaan tidak perlu dicapai dengan gaya hidup super sibuk.

Yang lebih memprihatinkan, orang sibuk demi kesibukan itu sendiri. Tidak ada tujuan yang jelas,Saat ini tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa sibuk adalah sebuah simbol status.Semakin sibuk seseorang semakin sulit dihubungi, semakin sulit ditemui semakin bergengsi pula dia.

Hidup seperti gitar yang terlalu kencang tidak saja bersifat bahaya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain di sekitar mereka.Contohnya seorang bos dalam sebuah perusahaan yang hidup seperti gitar dengan stelan kencang mereka tidak tahan melihat orang bersantai sejenak,karena karyawannya hanya digunakan sebagai ‘alat pencapaian’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar